<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699</id><updated>2012-01-25T18:42:22.902-08:00</updated><title type='text'>Ir.ZEN ZAINUL</title><subtitle type='html'>Executive Director, The Community of Bioethics and Anti Tobacco-COMBAT Indonesia, Jakarta
E-mail : rajaduet@yahoo.com or combat_indonesia@yahoo.co.id</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112243616324892562</id><published>2005-07-26T20:36:00.000-07:00</published><updated>2005-07-26T20:49:23.256-07:00</updated><title type='text'>LEBIH DEKAT BERSAMA ZEN ZAINUL</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2829/1262/1600/1149992441.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2829/1262/320/1149992441.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kiprah “RajaDuet” Ir Zen Zainul&lt;br /&gt;Menjadi Penggiat Anti Rokok&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas dan kreatifitas bagi seorang Zen Zainul seolah tak ada habisnya, setelah tahun lalu ia berhasil memecahkah rekor spektakuler “Rajaduet” MURI (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.zenzainul.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;www.zenzainul.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;) di bidang seni yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bekasi, warga Jatiasih itu kini berupaya untuk berkiprah dalam bidang sosial kemasyarakatan, bersama dengan beberapa kolega almamaternya di Universitas Indonesia, Zen mendirikan sebuah LSM berskala internasional, yaitu The Community of Bioethics and Anti Tobacco, atau ComBAT Indonesia. Zen yang duduk sebagai Direktur Eksekutif di organisasi nirlaba ini berupaya untuk menjadi penggiat antirokok di Indonesia. Ide ini muncul didasarkan atas keprihatinannya terhadap semakin meluasnya konsumen rokok, khususnya di tingkat remaja usia sekolah, maka Zen-pun bertekad untuk memotong matarantai “generasi perokok” dengan mengkampanyekan gerakan antirokok dibawah bendera ComBAT Indonesia yang diusungnya. Zen tentu tidak sendiri, ada banyak LSM sejenis yang berperan serta mensosialisasikan tentang bahaya merokok bagi kesehatan dan dampaknya terhadap polusi udara. namun bagi Zen, “mencegah” adalah lebih baik daripada sekedar “mengobati”, dalam arti ComBAT Indonesia cenderung lebih concern kepada berbagai upaya pencegahan terhadap tumbuhnya para perokok baru (new smokers) di kalangan anggota masyarakat, khususnya remaja usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Combat Indonesia&lt;br /&gt;Zen melalui ComBAT Indonesia (&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.combat2005.blogdrive.com/"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;www.combat2005.blogdrive.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;) mensinyalir bahwa tabiat untuk memulai, meniru serta mencari identitas baru bagi pergaulan remaja, salahsatunya menjurus mencoba-coba untuk merokok, dan itu dipengaruhi oleh banyak faktor, pertama adalah lingkungan keluarga yang satu atau lebih anggota keluarganya menjadi perokok aktif, kedua adalah lingkungan pergaulan di sekolah dan pertemanan di luar sekolah yang didominasi oleh para perokok, dan yang ketiga adalah adanya pengaruh iklan rokok yang bertebaran dimana-mana, baik melalui media massa maupun baliho di jalan-jalan. Untuk itu ComBAT Indonesia mencoba melakukan sebuah proses pencegahan agar ketiga hal tersebut diatas tidak semakin meluas dampaknya. Mengapa justru lebih fokus pada gerakan anti rokok ?, Zen mengungkapkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok, alkohol dan psikotropika adalah “pintu gerbang” kearah kejahatan narkoba (the gateway of drugs), data juga menunjukkan bahwa 70% jenis narkoba yang dikonsumsi di Indonesia adalah ganja. Penelitian lain menunjukkan bahwa 90 persen lebih pecandu narkoba adalah berawal dari perokok aktif. Mudarat rokok pada kenyataannya sangat banyak. Rokok mengandung 4000 zat berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan nikotin yang dikandung rokok memiliki efek adiktif (kecanduan) yang tiada bedanya dengan narkoba. Di Indonesia 62% penduduk pria adalah perokok dan 10% lebih anggaran rumah tangga “dibakar” alias digunakan untuk pengeluaran rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus Bagi Remaja&lt;br /&gt;Berbagai kampanye antirokok menjadi marak, berpacu dengan semakin banyaknya iklan-iklan rokok, namun kampanye tersebut agaknya kurang efektif jika tidak dibarengi oleh sanksi yang tegas di sisi legal. DI DKI misalnya, Gubernur Sutiyoso telah mengeluarkan Perda no 2/2005 tentang pengendalian pencemaran udara, yang salahsatunya berisi larangan merokok di tempat tempat umum (public sphere), sanksinya adalah penjara maksimum 6 bulan atau denda maksimum Rp 50 juta !. Bagaimana dengan pemkot Bekasi ?, mudah-mudahan upaya yang sama juga telah dirancangkan. Sebagai warga Bekasi, Zen Zainul merasa tertantang untuk melakukan langkah-langkah preventif yang paling efektif sebagai bagian dari kampanye anti rokok. Menurut seniman asal Muntilan-Jateng ini, ComBAT Indonesia memiliki visi dan misi sosial dengan dua target, yakni melakukan pendekatan sosial berupa ajakan terhadap masyarakat umum untuk melaksanakan gaya hidup sehat, agamis dan beretika sosial (Divisi BIOETHICS) dan mencegah remaja usia sekolah masuk dalam perangkap generasi perokok baru. Untuk itu ComBAT Indonesia membangun divisi GERAK atau Gerakan Remaja Anti Rokok, dengan mencanangkan pelbagai kegiatan positif remaja agar terhindar dari kecenderungan kecanduan rokok. Kegiatan positif tersebut diantaranya adalah pentas seni,lomba poster, dan karya tulis tentang bahaya rokok, termasuk menerbitkan buku pedoman pencegahan bahaya rokok bagi generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan Pemkot Bekasi&lt;br /&gt;Guna melaksanakan misi sosial ComBAT Indonesia Itulah, Zen Zainul mengharapkan partisipasi seluruh anggota masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintahan Kota Madya Bekasi untuk mendukung kegiatan ini. Dalam hal ini wilayah Bekasi akan dijadikan sebuah proyek percontohan (pilot project) nasional bagi usaha mengkampanyekan gerakan pencegahan perokok baru dengan fokus remaja usia sekolah. Untuk itu ComBAT Indonesia dalam waktu dekat akan menerbitkan buku saku pedoman pencegahan remaja usia sekolah dari pengaruh bahaya rokok sekaligus mencegah remaja untuk menjadi perokok aktif yang baru. Kelak buku ini akan dibagikan secara gratis kepada siswa-siswi SD dan SMP serta orang tua/wali siswa untuk lebih memahami tentang bahaya merokok dan efek berantainya di kemudian hari. Buku saku tersebut menurut rencana akan menjadi pedoman bagi sekolah-sekolah (khususnya SD-SMP) di seluruh Indonesia untuk menjadi informasi rujukan agar generasi muda Indonesia bebas dari segala macam kontaminasi zat-zat adiktif hingga mampu menjalani hidup secara sehat hingga usia lanjut. Rokok, betapapun lebih besar mudarat ketimbang manfaatnya, untuk itu mari kita mulai pengawasan putera-puteri kita dari lingkungan terkecil masyarakat, yaitu keluarga hingga lingkungan sekolah , agar lingkungan kita bersih, bebas dari polusi, cegah merokok hingga bebas dari NARKOBA, semoga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112243616324892562?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112243616324892562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112243616324892562' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112243616324892562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112243616324892562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/lebih-dekat-bersama-zen-zainul.html' title='LEBIH DEKAT BERSAMA ZEN ZAINUL'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112106550612471245</id><published>2005-07-11T00:04:00.000-07:00</published><updated>2005-07-11T00:05:06.126-07:00</updated><title type='text'>Ir. ZEN ZAINUL, "The Track &amp; Obsession"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/fotozen.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/rajaduet/zenzainul.html"&gt;&lt;strong style="COLOR: rgb(204,0,0)"&gt;Zen Zainul&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,0,0)"&gt;,&lt;/span&gt; a young successful businessman in Indonesia, is also a talented singer and musician. He choose dangdut, the Indonesian traditional music for his future career. Recently, he have accomplished unique record as the most oftentimes couple-singer of dangdut and hit a spectacular record posted by The Indonesian Museum of Record (MURI). Starting from January 2004 to August 2004 he has been singing twosome with more than 200 women singers. Zen,-his nickname- is an engineer, born and growing-up at Muntilan,Central Java. He is graduated from The Faculty of Gas &amp; Petrochemical Engineering, the University of Indonesia, Jakarta. A no smoker guy intend to hit the spectacular record as a KING OF SINGER DUET in the world. Zen, -the all white uniform-singer quite famously-has optimistic obsession introducing Indonesian traditional music more popular and well-known in the world. In every scheduled shows event, Zen will singing twosome with one selected woman singer as much as he can. Zen is very confident that his performing record as the KING OF DUET could be posted by The GUINNESS BOOK of RECORDS as soon as possible. His mission is to become Arts &amp;amp; Cultural person who has lift the popularity and image of the traditional music originated from Indonesia. He has also an obsession to joint with the World Health Organization (WHO) to support the no-smoking campaign around the world&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;. Since June 27, 2005, Zen Zainul entering an NGO, posted as an Executive Director The Community of Bioethics and Anti Tobacco-&lt;a href="http://combat2005.blogdrive.com"&gt;ComBAT Indonesia&lt;/a&gt;. He has committed to be an activist in Anti-Tobacco movement, especially in Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112106550612471245?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112106550612471245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112106550612471245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112106550612471245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112106550612471245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/ir-zen-zainul-track-obsession.html' title='Ir. ZEN ZAINUL, &quot;The Track &amp; Obsession&quot;'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112106503990726407</id><published>2005-07-10T23:50:00.000-07:00</published><updated>2005-07-14T19:28:13.396-07:00</updated><title type='text'>Waspadai Bahaya Rokok !</title><content type='html'>&lt;img alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/p_rokok.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Dihimpun Oleh : &lt;a href="http://rulimustafa.blogspot.com"&gt;Ruli A Mustafa&lt;/a&gt;, Sekretaris ComBAT Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Masyarakat DKI Jakarta dibuat kaget, bukan oleh serangan wabah DBD, bukan pula serangan teroris; tetapi oleh rokok. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melansir kebijakan baru bertajuk larangan merokok di tempat umum. Yang membuat publik kaget, bukan karena larangannya, tetapi lebih karena hukumannya yang setinggi langit, Rp. 50 juta dan kurungan 6 bulan. Keterkejutan publik, secara sosiologis layak dipahami. Alasannya, hingga detik ini, bahaya rokok di Indonesia masih menjadi “isu pinggiran”. Pemerintah, dan bahkan tokoh masyarakat (seperti ulama) juga masih setali tiga uang. Paling banter ulama di Indonesia hanya memberikan fatwa merokok makruh hukumnya. Berbeda dengan jumhur ulama di berbagai negara di Timur Tengah, bahkan Malaysia dan Brunei Darussalam; yang memfatwakan bahwa merokok haram hukumnya. Ulama terkenal Syeikh Yusus Qordhowi termasuk ulama yang mengharamkan merokok (baca Fatwa-Fatwa Kontemporer). Mungkin masyarakat sudah mengerti bahayanya, karena dalam setiap bungkus rokok ada peringatan: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin. Dari sisi kesehatan, bahaya rokok sudah tak terbantahkan lagi. Bukan hanya menurut WHO, tetapi, lebih dari 70 ribu artikel ilmiah membutikan hal itu. Dalam kepulan asap rokok terkandung 4000 racun kimia berbahaya, dan 43 diantaranya bersifat karsinogenik (merangsang tumbuhnya kanker). Berbagai zat berbahaya itu, adalah tar, karbon monoksida (CO), dan nikotin. Akibatnya, berbagai penyakit kanker pun mengintai, seperti : kanker paru – 90% kanker paru pada laki-laki disebabkan rokok, dan 70% untuk perempuan, kanker mulut, kanker bibir, asma, kanker leher rahim, jantung koroner, darah tinggi, stroke, kanker darah, kanker hati, bronchitis, kematian mendadak pada bayi, bahaya rusaknya kesuburan bagi wanita dan impotensi bagi kaum pria. Kurang apalagi? Begitu kompleksnya, tidak heran jika menurut estimasi WHO, pada 2020 dampak tembakau di negara maju mulai menurun. Pada 1996 mencapai 32%, namun pada 2001 hanya 28%. Namun, di negara-negara berkembang trend konsumsi tembakau malah mengalami kenaikan, yaitu 68% pada 1996, menjadi 72% pada 2001. Wjar, jika hampir 50% (sekitar 4,2 juta jiwa) kematian akibat tembakau pada 2020 terjadi di wilayah Asia, khususnya di negara berkembang, seperti Indonesia. Dampak bahaya rokok memang antik dan klasik. Tidak ada orang mati mendadak karena merokok. Dampaknya tidak instant, beda dengan minuman keras dan narkoba. Dampak rokok akan terasa setelah 10-20 tahun pasca digunakan. Anehnya pula, dampak asap rokok bukan hanya untuk di si perokok aktif (active smoker) saja. Ia pun punya dampak sangat serius bagi perokok pasif (passive smoker). Orang yang tidak merokok (passive smoker), tetapi terpapar asap rokok akan menghirup dua kali lipat racun yang dihembuskna pada asap rokok oleh si perokok. Sangat tidak adil; tidak merokok, tetapi malah menghirup racun dua kali lipat.Maka, salah satu cara untuk membatasi perilaku merokok semau gue, WHO mencanangkan program “Kawasan Tanpa Rokok” (KTR) di tempat-tempat umum. Progam seperti ini lazim diterapkan di berbagai negara, termasuk di ASEAN; Singapura, Malaysia bahkan Vietnam. Di Malaysia, organ merokok di tempat umum didenda 500 ringgit, di Bankok didenda 2.000 baht. Oleh sebab itu, kebijakan Gubernur DKI Jakarta menjadi rasional dan layak mendapatkan dukungan publik. Hanya, yang perlu dipertanyakan adalah, selain besarnya denda, juga bagaimana mekanisme pelaksanaannya? Sebab, berbagai hal kasat mata dan lebih konkrit dampaknya (banjir, sampah, dan kemacetan) hingga kini tidak pernah beres, apalagi masalah rokok? Kebijakan KTR yang digagas oleh Pemda DKI Jakarta, sebenarnya, bukan yang pertama kali. Peraturan Pemerintah No. 81/1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, yang kemudian diubah menjadi PP No. 19/2003; sudah lebih dahulu mengatur tentang larangan merokok di tempat-tempat umum, Tetapi, sialnya, PP tersebut tidak bisa memberikan sanksi. PP tersebut malah memerintahkan agar setiap Pemda di Indonesia membuat aturan tersendiri tentang KTR (Perda). Apalagi WHO sekarang sudah menerapkan konvensi bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Saat ini, FCTC sudah ditandatangani oleh lebih dari 160 negara anggota WHO, dan lebih dari 40 negara telah meratifikasinya, Sekarang FCTC sudah menjadi hukum internasional. Sayangnya, Pemerintah Indonesia, sebagai salah satu pengagas dan legal drafter, hingga batas akhir juni 2004, tidak menandatangani FCTC!. FCTC, selain mengatur soal larangan merokok di tempat umum, setiap Pemerintah bahkan “dibimbing” untuk menanggulangi dampak tembakau secara elegan, dan komprehensif. Misalnya menaikan cukai rokok, larangan iklan di media massa dan promosi dan larangan penyelundupan (smuggling). Menaikkan cukai rokok, merupakan instrumen penting, selain untuk membatasi segmentasi perokok, juga untuk meningkatkan pendapatan negara. Tapi sungguh ironis, mayoritas perokok di Indonesia adalah orang miskin. Menurut survei Bappenas (1995), orang miskin justru mengalokasikan 9% total pendapatannya untuk rokok. Betapa besar manfaatnya, jika dana itu digunakan untuk kesehatan, pangan, atau pendidikan. Rokok memang memberikan kontribusi signifikan, berupa cukai, bayangkan, tahun 2004 cukai rokok sebesar Rp. 27 trilyun. Belum lagi kontribusi sektor pertanian dan tenaga kerja. Namun, itu semua sebenarnya hanya ilusi belaka. Sebagai contoh, jika Pemerintah mendapatkan Rp. 27 trilyun, berapa sebenarnya biaya kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat? Menurut data di berbagai negara, dan juga Indonesia , biaya kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah dan masyarakat sebesar 3 kali lipat dari cukai yang didapatkan. Jadi, kalau cukainya Rp. 27 trilyun maka biaya kesehatannya sebesar Rp. 81 trilyun (alias defisit). Cepat atau lambat, Pemerintah harus mengambil kebijakan konkrit dan komprehensif untuk penangulangan bahaya rokok. Jika tidak, bukan hal yang mustahil berbagai penyakit yand diakibatkan rokok akan menjadi wabah membahayakan lebih besar dari wabah HIV/AIDS. Jangan “menggadaikan” kesehatan anak bangsa, hanya karena takut kehilangan Rp. 27 trilyun, yang sebenarnya hanya ilusi dan jebakan maut belaka. Biaya Sosial " Akibat Merokok &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber : Majalah Tarbawi, Edisi 104 Th. 7/Shafar 1426H/17 Maret 2005) Oleh Tulus Abadi, SHKetua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Komnas PMMPenerima Tobacco Control Fellowship Programs, Bangkok 2003&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112106503990726407?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112106503990726407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112106503990726407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112106503990726407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112106503990726407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/waspadai-bahaya-rokok.html' title='Waspadai Bahaya Rokok !'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112097336343913655</id><published>2005-07-09T22:24:00.000-07:00</published><updated>2005-07-09T23:14:42.556-07:00</updated><title type='text'>ZEN ZAINUL, SANG "RAJADUET"</title><content type='html'>&lt;img style="width: 425px; height: 280px;" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/RAJADuet.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Zen Zainul &lt;/strong&gt;adalah Sarjana Teknik Gas &amp;amp; Petrokimia Universitas Indonesia. Disamping itu Zen juga seorang Pecinta Seni (Penyanyi, Penulis Lirik dan Pencipta Lagu), menguasai pelbagai jenis musik, dari Pop-Jazz, Rock hingga Dangdut. Sejak 2003 Zen berkiprah penuh pada jenis musik dangdut, dengan tekad membawanya ke Pentas Musik Internasional. Ia merilis album rekaman Duet Dangdut tahun 2003. Zen juga menajamkan prestasinya sebagai spesialis Penyanyi Duet, sebuah prestasi unik dan langka di Indonesia, bahkan satu-satunya di dunia. Dalam tempo 7 bulan sejak Januari 2004 Zen telah berduet dengan lebih dari 200 Penyanyi Wanita. Di penghujung tahun 2004 ia memecahkan rekor sebagai RAJADUET INDONESIA dengan mendapat Anugerah dari MURI ( Museum Rekor Indonesia). Prestasi ini akan dikembangkan dengan program dan misi Zen Zainul sebagai Duta Seni dan Budaya Indonesia ke mancanegara. Zen akan bernyanyi duet dengan artis-artis kaliber dunia di setiap negara yang dikunjunginya.Target Zen tentu saja agar prestasinya itu dapat tercatat di "The Guinness Book of The World Record", sebagai RAJADUET DUNIA, sekaligus menaikkan citra Indonesia di mata dunia. Insinyur eksentrik ini juga bertekad mengkampanyekan gerakan anti rokok dan berharap agar upayanya ini didukung oleh WHO (World Health Organization).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Email: &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="mailto:rajaduet@yahoo.com"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;rajaduet@yahoo.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112097336343913655?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112097336343913655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112097336343913655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097336343913655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097336343913655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/zen-zainul-sang-rajaduet.html' title='ZEN ZAINUL, SANG &quot;RAJADUET&quot;'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112097269043202386</id><published>2005-07-09T22:14:00.000-07:00</published><updated>2005-07-09T22:18:10.436-07:00</updated><title type='text'>HUKUM MEROKOK</title><content type='html'>&lt;img src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#660000;"&gt;ROKOK MENURUT SYARIAT ISLAM : MAKRUH ATAU HARAM?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh Ir. Zen Zainul&lt;br /&gt;Combat Indonesia, Jakarta &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salahsatu sebab mengapa kaum muslim dunia, khususnya di Indonesia masih saja menjadi pecandu rorok adalah masalah penetapan hokum merokok dari sudut pandang agama islam. Ada yang berpendapat itu syubhat atau samar, ada pula yang beranggapan merokok itu haram, Selain itu pandangan merokok dari sisi kesehatan dan ekonomi. berikut adalah petikan yang penulis himpun, guna mendapatkan tanggapan dari para pembaca : Silahkan memberikan komentar di akhir tulisan ini (rubric comments) untuk menjadi masukan bagi organisasi kami ComBAT Indonesia, &lt;em&gt;The Community of Bioethics and Anti Tobacco&lt;/em&gt;, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ROKOK disebut-sebut termasuk perkara syubhat (samar), karena tidak ditemui ras yang khas menetapkan hukumnya. "Halal itu jelas, haram pun jelas, dan antara keduanya ada beberapa perkara yang syubhat (samar) yang banyak dari manusia tidak mengetahuinya. Maka barangsiapa memelihara dirinya dari segala kesamaran sesungguhnya ia memelihara bagi agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa jatuh ke dalam perkara kesamaran jatuhlah ia ke dalam haram" (I IR Muslim). Konon, ekstensi rokok telah dikenal sejak jaman Rasul. Namun tentu saja bentuknya tidak seperti yang kita kenal sekarang, KH. Umar Shihab mengungkapkan, orang-orang Arab kala itu membakar daun tembakau dan menghisapnya sambil meminum kopi. Karena saat itu orang tidak membeli daun tembakau maka Islam belum melihat bagaimana hukumnya. Orang juga tidak tahu bahaya yang ditimbulkannya, maka dianggap mubah. Dalam perkembangan, orang mulai membeli tembakau ada uang yang keluar untuk merokok kemudian hukumnya menjadi makruh. Karena tidak tahu mudharatnya, tetapi orang mengeluarkan dana untuk membelinya. Namun setelah ada kesepakatan dari Badan Kesehatan Internasional (WHO) bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, maka banyak ulama di dunia terutama ulama Mesir menetapkannya haram. Ulama yang menetapkan hukum rokok haram berpegang pada prinsip tabzir mubazir dimana orang membuang-buang dana untuk membahayakan kesehatan. Begitu berbahayanya bagi kesehatan, sehingga merokok disamaartikan dengan membunuh diri sendiri. "Dan janganlah kamu membunuh diri kamu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang" (An-Nisa': 29). "Siapa yang membunuh diri dengan meminum racun, maka racun itu akan tetap berada di tangannya dan diminumnya dalam neraka jahanam" (Abu Hurairah r.a.). Ulama masih berbeda pendapat soal hukum rokok. Masih ada yang belum menyetujui hukumnya haram. Di Indonesia sendiri belum pernah dibicarakan oleh majelis ulama yang menyatakannya haram. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;EKONOMI ATAU KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;PEMERINTAH melihat industri rokok memberi banyak lapangan pekerjaan. Padahal menurut penelitian industri rokok hanya menyumbang 1% dari berbagai lapangan kerja yang tersedia. kontribusi tekstil justru lebih besar. Dengan demikian, menurut Nita, kalaupun industri rokok tutup dapat diganti dengan sektor industri lain, seperti agrobisnis, tekstil dan sebagainya. Dalam hal ini pemerintah bisa bekerja sama dengan LSM ataupun instansi terkait untuk membuka lapangan kerja. Dengan demikian Indonesia tak hanya maju tapi juga sehat. Dalih bahwa industri rokok menyumbang banyak income pada negara sehingga pemerintah bersikap ambigu semakin tak beralasan. Tengok saja berdasarkan data WHO, pemerintah memberi subsidi kepada keluarga miskin sebesar 42 milyar. Sementara keluarga miskin menyumbang pada pabrik rokok sebesar 4,2 trilyun. Dengan perhitungan masyarakat mengkonsumsi 10 batang setiap hari dan harga rokok per batang Rp. 350,-. Hitungan lain lebih memiriskan lagi. Karena pendapatan negara dari cukai rokok yang hanya 17 trilyun, tidaklah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk biaya pengobatan akibat rokok sebesar 100 trilyun. Ini berarti cukai rokok selalu defisit terhadap biaya pengobatan, karena banyak sekali orang sakit akibat rokok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112097269043202386?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112097269043202386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112097269043202386' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097269043202386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097269043202386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/hukum-merokok.html' title='HUKUM MEROKOK'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112097187227154020</id><published>2005-07-09T21:56:00.000-07:00</published><updated>2005-07-09T22:59:22.096-07:00</updated><title type='text'>ZEN MEMIMPIN GERAKAN ANTIROKOK</title><content type='html'>&lt;img src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoking.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Sosialisasi  Gerakan Anti Rokok&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SATU HILANG, SERIBU BERBILANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Oleh Ir Zen Zainul&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penulis adalah Direktur Eksekutif LSM The Community for Bioethics and Anti Tobacco (ComBAT), Jakarta. Duta Seni Indonesia &amp; pemegang Rekor “Rajaduet” MURI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hari anti tembakau sedunia yang jatuh pada 31 Mei 2005 lalu tampaknya masih belum terasa gaungnya di daerah-daerah di Indonesia. Gerakan anti rokok yang selama ini berusaha disosialisasikan di negara kita relatif masih sebatas wacana. Padahal di sebagian besar negara industri maju, kepedulian atas etika lingkungan hidup (bioethics) khususnya penolakan atas bahaya rokok sudah “merakyat” dan itu disikapi dengan pengurangan yang konkrit para pecandu rokok, atau minimal melaksanakan undang undang anti rokok di tempat-tempat umum (public sphere) secara tegas dan konsekuen, malah di negeri Islam Iran, rokok sudah masuk kategori haram. Gerakan anti rokok merupakan sebuah gerakan yang bertujuan mendukung Hari Tanpa Tembakau Sedunia dan peringatan itu pada dasarnya merupakan sebuah gerakan moral yang bertujuan mengurangi meningkatnya konsumsi rokok. Meskipun hingga saat ini, larangan untuk tidak merokok bagi siapapun masih merupakan sesuatu yang kontroversial atau mengundang pro dan kontra di masyarakat. Pada satu sisi pelarangan itu dipandang sebagai melanggar hak setiap orang untuk menikmati rokok, walaupun di pihak lain juga mengingatkan tentang adanya hak orang lain untuk terbebas dari polusi rokok. Oleh karena itulah, hendaknya gerakan untuk tidak merokok ini diterapkan dengan sebuah proses sosialisasi yang tepat dan bertahap. Untuk itu hendaknya gerakan ini dipelopori oleh para tokoh masyarakat, pejabat public (khususnya dari dinas kesehatan), para guru. Betapapun lebih merokok tampaknya lebih banyak mudharatnya, ketimbang manfaat yang sering disebut sebagai kontributor penting kas negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Mudharat Rokok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Menurut penelitian Badan kesehatan Dunia (WHO), rokok mengandung 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan serta ada 25 jenis penyakit yang dapat timbul sebagai akibat merokok.Sementara di dunia ditemukan 70 juta kematian dalam kurun 50 tahun terakhir. Sudah banyak anggota masyarakat yang tewas karena penyakit akibat merokok, namun hal itu tak cukup kuat menjadi “shock teraphy” para pecandu rokok, sebaliknya jumlah perokok aktif kian bertambah saja jumlahnya. Selain daripada itu, rokok ternyata menjadi sumber pemborosan anggaran rumahtangga di Indonesia, menurut Dr. Faried A.Moeloek, ketua IDI dan Komnas PMM 10 % rata-rata penghasilan keluarga di Indonesia dihabiskan untuk konsumsi rokok, sementara 62% kaum pria Indonesia adalah perokok aktif. Ancaman bahaya rokok bukan hanya harus dihadapi oleh para perokok aktif, tetapi juga mengancam kesehatan perokok pasif atau orang-orang yang berada di sekitar perokok. Karena itulah kawasan tanpa rokok diperlukan sebagai usaha mengurangi dampak polusi rokok bagi mereka yang tidak merokok. Di Indonesia ancaman bahaya bagi kesehatan akibat rokok masih sangat besar, mengingat konsumsi masih sangat tinggi dengan jumlah rokok yang dihisap per tahun rata-rata mencapai 215 miliar batang. Sementara itu, jumlah perokok cenderung meningkat, karena menurut catatan WHO pula , 22 persen remaja di Indonesia sudah dapat dikategorikan sebagai perokok. Kondisi tersebut juga menumbuhkan keprihatinan, karena betapa besar uang yang telah dihamburkan para perokok untuk mengundang datangnya penyakit di dalam tubuh masing-masing. Dalam pada itu berdasarkan catatan Departemen Kesehatan RI, dana yang dikeluarkan para perokok dari kelompok masyarakat berpendapatan rendah mencapai 9,1 persen dari jumlah pendapatannya, sedangkan bagi kelompok masyarakat berpendapatan sedang dan tinggi mencapai 7,47 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;strong&gt;Dukungan Pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Gerakan anti-rokok diharapkan tetap fokus pada usaha mengingatkan dan meningkatkan kesadaran diri setiap anggota masyarakat tentang bahaya merokok bagi kesehatan, serta mengingatkan para perokok tentang bahaya polusi Asap rokok bagi orang lain. Selama ini kita menyaksikan betapa rendahnya kesadaran masyarakat kita dalam menjaga kebersihan ruang public khususnya untuk tidak merokok sembarangan. Lihat saja, kaum perokok aktif, remaja hingga tua dengan seenaknya merokok di buskota, angkot, kantor instansi pemerintah atau tempat-tempat umum bahkan di Rumah Sakit yang seharusnya bersih dari rokok !. Kesadaran untuk menghormati hak orang lain untuk bisa menikmati udara bersih bebas dari rokok agaknya perlu dipasangi “portal” hukum, atau minimal sanksi sosial berupa teguran keras bagi orang orang yang merokok sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam scope internasional telah dicanangkan sebuah konvensi yaitu The Framework of Convention on Tobacco Control (FCTC) yang menjadi dasar hukum internasional yang kuat untuk mengontrol peredaran tembakau dan rokok di seluruh dunia. Dalam konvensi tersebut, ditandatangani ketentuan yang terkait dengan masalah rokok, termasuk larangan penjualan rokok bebas di sembarang tempat, khususnya kepada remaja berusia di bawah 18 tahun. Di Indonesia penerapan konvensi itu tampaknya masih butuh waktu lama, hal ini disebabkan antara lain oleh situasi dilematis, dimana industri rokok menjadi tulang punggung penerimaan negara dan penyerap tenaga kerja. Akan tetapi jika kita sungguh-sungguh menyadari, bahaya/mudharat yang ditimbulkan polusi asap rokok bagi kesehatan masyarakat tidak bisa dinilai dengan uang !, oleh karena itu pemerintah kita hendaknya memikirkan langkah efektif dan bijaksana untuk juga mengontrol peredaran tembakau dan rokok di tanah air, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat internasional. Dukungan itu diperlukan mengingat Indonesia merupakan negara konsumen rokok terbesar kelima di dunia. Selain itu, sebagaimana himbauan beberapa organisasi anti rokok, pemerintah RI perlu meninjau ulang dan menyosialisasikan PP Nomor 19 tahun 2003 tentang Pengamanan rokok bagi kesehatan. Saat ini sosialisasi bahaya rokok sekaligus larangan tegas untuk tidak merokok, paling efektif antara lain adalah dengan memberi persyaratan khusus pada sekolah-sekolah dimana usia remaja dominan berada. Di tingkat SMP misalnya, adalah usia rawan bagi remaja di sekolah tersebut untuk mulai mencoba merokok, jadi guna mencegah ledakan jumlah perokok, perlu terus menerus dilakukan sosialisasi gerakan anti rokok dengan prioritas di kalangan anak-anak sekolah yang rentan dengan bahaya ini. Rokok, bagaimanapun lebih besar mudharat ketimbang manfaatnya. Lebih fatal lagi, menurut hemat saya rokok adalah salahsatu “pintu gerbang” kearah kecanduan narkoba dan perlaku menyimpang lain, khususnya bagi generasi muda kita. Oleh karena itulah sosialisasi gerakan anti rokok wajib mendapat dukungan pemerintah pusat dan daerah, tanpa upaya itu, maka jumlah perokok akan terus bertambah, seperti kata pepatah : “Satu Hilang, Seribu Berbilang” !.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112097187227154020?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112097187227154020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112097187227154020' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097187227154020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112097187227154020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/zen-memimpin-gerakan-antirokok.html' title='ZEN MEMIMPIN GERAKAN ANTIROKOK'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112079184189524830</id><published>2005-07-07T19:55:00.000-07:00</published><updated>2005-07-07T20:06:41.806-07:00</updated><title type='text'>ZEN, "The Obsession"</title><content type='html'>&lt;img alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/zen1.bmp" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;LEBIH DEKAT DENGAN ZEN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sosok pria kelahiran Muntilan, Jawa Tengah yang mengaku hijrah ke Jakarta oleh karena keinginannya yang kuat untuk menjadi seorang penyanyi. Seorang Insinyur gas dan petrokimia lulusan Universitas Indonesia yang telah sukses membangun beberapa perusahaan serta menjabat sebagai Direktur Eksekutif ComBAT Indonesia (LSM Anti Rokok : HTTP// www.combat2005.blogdrive.com) ini mulai mewujudkan cita-citanya dengan merelease album pop religi pada 2002.Zen zaenul tidak sekedar piawai dalam tarik suara, tapi pengagum raja Dangdut Rhoma Irama ini, pandai menulis syair dan lagu. Sehingga dari kecintaannya pada musik dangdut, ia sendiri yang menulis syair dan lagu dalam album ini. Album dangdut Zen Zainul dipersembahkan kepada masyarakat pencinta musik dangdut dengan harapan memberikan hiburan dan alternatif baru, agar musik dangdut kembali kepada fitrahnya, yaitu alunan kemerduan lagu dan ungkapan kata dalam syair yang lebih sopan dan mengambarkan keluhuran musik yang berlatar belakang melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INSINYUR BERDANGDUT ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kenapa tidak ? pengalamannya dalam dunia profesional dan bisnis, justru menjadi latar belakang yang kuat untuk menciptakan album dangdut, yang tidak sekedar hadir di kalangan menengah. Zen Zainul pandai mengesek biola dan selalu berkostum serba putih dalam setiapshownya, berharap bahwa album dangdut yang dia garap secara langsung sesuai mottonya vini, vidi, vici dapat menjadi pilihan yang memberikan kepuasan tersendiri bagi masyarakat pencinta dangdut. Album dangdut Zen Zainul lebih menonjolkan artistik yang lembut dan romantis, tidak mengeksplorasi hentakan yang memicu pennyanyi larut dalam goyangan. Zen Zainul mengaku bukan berarti tidak bisa goyang yang berlebihan, malah merendahkan martabat artis dan musik dangdut. Zen Zainul yang berparas lebih muda dari usianya ini, mendukung sepenuhnya gerakan artis yang menuntut dihentikannya goyang dangdut yang berlebihan dan cenderung mendekati porno aksi. Melengkapi kemasan dangdut yang banyak bertutur tentang cinta ini. Album Dangdut Zen Zainul didukung oleh artis muda berbakat Dina Nirmala, dara Sukabumi berusia 23 tahun yang memiliki karakter dan cengkok dangdut yang khas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112079184189524830?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112079184189524830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112079184189524830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112079184189524830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112079184189524830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/07/zen-obsession.html' title='ZEN, &quot;The Obsession&quot;'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14072699.post-112010671480556318</id><published>2005-06-29T21:33:00.000-07:00</published><updated>2005-07-04T22:32:14.360-07:00</updated><title type='text'>ZEN ZAINUL, Ir</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Misi ComBAT Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;UPAYA MELAWAN GATEWAY DRUGS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh  Ir Zen Zainul&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif ComBAT Indonesia,Jakarta, Alumnus FT-UI, Depok.&lt;br /&gt;(HTTP// &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.zenzainul.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;www.zenzainul.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan narkotika dan zat-zat adiktif lainnya kini semakin mengemuka, tampaknya  tak ada satu negarapun di dunia ini yang berhasil membasmi kejahatan ini sampai keakar-akarnya. Konon di AS sendiri, negeri yang paling gencar melawan kejahatan ini,  terdapat 13,5 juta pengguna aktif narkoba. Sementara di Indonesia, menurut data Badan Narkotika Nasional-BNN dan Puslitkes UI, 2004 saat ini diperkirakan terdapat 3,2 juta pengguna aktif narkoba dengan ongkos ekonomi sebesar Rp 23,35 triliun pada tahun 2004. Sementara di tahun yang sama 15.000 orang meninggal karena masalah ini. Saat ini kita tak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa negeri ini tak sekedar menjadi tempat transit dan peredaran gelap narkoba, namun sudah menjadi produsen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penegakan hukum guna melawan kejahatan transnasional ini terus dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi masih banyak kendala di lapangan untuk memberantas kejahatan narkoba, antara lain karena kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh sebab itulah sebagai bagian dari anggota masyarakat yang peduli pada maraknya penyakit masyarakat ini, kita perlu mendukung dan memberikan kontribusi yang konstruktif dan efektif untuk dapat bersama-sama pemerintah, menggalang kekuatan melawan kejahatan narkoba sampai ke akar-akarnya. Perlawanan terhadap kejahatan narkotika dan psikotropika tentu lebih efektif antara lain dengan membangun sistem pertahanan moral anak bangsa, khususnya  generasi muda melalui langkah-langkah persuasif mencegah mereka untuk “membuka gerbang” kejahatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Misi ComBAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sejarah sosio kultural Indonesia yang akrab dengan zat-zat psikoaktif, baik penggunaan candu, stimulant seperti pinang dan alkohol, ganja serta luasnya dan bebasnya penggunaan gateway drugs  atau pintu gerbang utama NAPZA yaitu rokok, tampaknya harus menjadi ekstra perhatian kita bersama sebagai basis memerangi kejahatan narkoba secara lebih efektif. Untuk itulah perlu dilakukan kontrol yang ketat terhadap gateway drugs, yaitu tembakau, alkohol dan psikotropika. Atas dasar pemikiran itulah maka The Community of Bioethics and Anti Tobacco atau ComBAT Indonesia yang bermarkas di  Jakarta bertekad mendukung dan siap membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk melawan kejahatan narkotika hingga ke tingkat akar rumput, melalui serangkaian program dan agenda kerja yang terfokus pada usaha-usaha membentengi generasi muda dengan gaya hidup sehat, agamis, dan menghindarkan diri dari mendekati pintu gerbang kejahatan narkoba, khususnya rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rokok Menuju Narkoba?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;ComBAT Indonesia mensinyalir bahwa tingkat usia yang paling rawan disusupi barang laknat narkotika adalah pada usia dibawah 29 tahun. Di tingkat sekolah, di level SMP adalah “pintu pertama” dari gateway drugs, dimana rata-rata usia sekolah tersebut berperilaku serba ingin mencoba-coba sesuatu dan usia krisis identitas, sehingga peran orang tua dan anggota masyarakat diperlukan sebagai benteng bagi mereka agar tidak terjebak kepada tindakan bodoh mengkonsumsi narkoba, dengan start awal mengkonsumsi rokok, dan alkohol misalnya. Salahsatu agenda kerja utama ComBAT Indonesia adalah melakukan kampanye gerakan anti rokok dan kampanye ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia melalui berbagai acara yang menarik minat remaja semisal pentas seni, seminar hingga penerbitan buku-buku khusus guna menjadi acuan bagi remaja Indonesia untuk lebih menghargai etika hidup dan pola hidup sehat, bebas dari segala macam kontaminasi zat-zat psikoaktif dan adiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rekomendasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salahsatu rekomendasi dari  The National  Drugs and Alcohol Research Centre, University of  New South Wales 2001, telah mengilhami ComBAT Indonesia untuk melakukan gerakan sistematis memblokir “pintu gerbang” narkoba ini, yang utama yaitu menghimbau pemerintah terus melakukan control terhadap gateways drugs, khususnya rokok (tembakau), karena kombinasi diantara rokok, ganja dan alkohol akan menyeret anak-anak kita menuju life-style drugs, gaya hidup kecanduan narkoba (junkies). Oleh karenanya masyarakat, khususnya unit-unit keluarga di Indonesia diharapkan bisa mendukung upaya-upaya ini dan juga para guru di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. SMS presiden SBY (9949) pada 28 Juni 2005 lalu yang disebar ke banyak pengguna ponsel di tanah air dalam rangka hari anti anti-madat sedunia perlu kita maknai dengan tindakan nyata, “Stop penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang, mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju !”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14072699-112010671480556318?l=zenzainul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zenzainul.blogspot.com/feeds/112010671480556318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14072699&amp;postID=112010671480556318' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112010671480556318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14072699/posts/default/112010671480556318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zenzainul.blogspot.com/2005/06/zen-zainul-ir.html' title='ZEN ZAINUL, Ir'/><author><name>Ir. Zen Zainul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17897800687620056079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i19.photobucket.com/albums/b166/rulimustafa/nosmoke.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
